Nagini: Maledictus dengan Nasib Tragis.
Edisi ke-209 dari Petuah Jaka Potter
Pernahkah kamu membayangkan menjadi sosok wanita cantik yang pada akhirnya kehilangan wujud manusia dan berubah menjadi hewan sepenuhnya? Itulah yang terjadi pada Nagini, sosok Maledictus yang mempunyai kehidupan sulit sejak awal hingga menemui akhir yang sama menyedihkan pula. Namun apa pepatah yang mengatakan agar tidak melihat buku dari sampulnya, karena dalam kenyataan Nagini tidaklah jahat dari awal mula.
Siapa itu Nagini?
Nagini adalah seorang wanita yang menderita kutukan
Maledictus sehingga mempunyai kemampuan merubah dirinya menjadi seekor ular. Nagini berkemungkinan berasal dari Indonesia (bahkan katanya dia didasari oleh mitologi Indonesia), selain itu dia juga diketahui menjadi bagian dari Sirkus Arcanus sejak 1927 di mana dia bertemu dengan Credence Barebone.
Ciri Fisik dan Kemampuan Sihir Nagini
Sebagai seorang manusia, Nagini sangatlah cantik dengan rambut hitam panjang. Dia cukup pemalu, pendiam, namun wanita baik. Kecantikan dan kebaikannya malah dimanfaatkan untuk keuntungan sirkus. Dirinya semakin hancur ketika permohonannya kepada Credence untuk tidak bergabung bersama Gellert Grindelwald pada akhirnya tidak terwujud, bahkan Nagini sempat bergabung bersama tim Newt Scamander berharap bisa menghentikan perang tersebut.
Setelah menjadi Horcrux dan terjebak sepenuhnya dalam wujud ularnya, Nagini menjadi sangat loyal kepada Lord Voldemort. Dia menjadi bisa dikontrol dan diambil alih tubuhnya oleh Voldemort sampai menyerang orang lain seperti Harry Potter saat menyamar menjadi Bathilda Bagshot atau penyerangan Arthur Weasley di Departemen Misteri.
Selain kemampuannya merubah wujud menjadi ular (sebelum akhirnya permanen), Nagini mempunyai kemampuan beladiri yang mumpuni. Sebagai ular berukuran 12 kaki tidak diragukan jika dia dapat menyerang menggunakan fisiknya maupun melilit erat targetnya. Nagini juga mempunyai racun berbahaya dan bisa digunakan untuk mengakhiri nyawa seseorang seperti yang dilakukannya pada Severus Snape dan (hampir) Arthur.
Kutukan Nagini
Nagini lahir dengan membawa kutukan Maledictus, sebuah kondisi dimana pemiliknya bisa berubah menjadi wujud hewan namun lama-kelamaan perubahan tersebut menjadi permanen. Berbeda dengan Animagus, penderita kutukan Maledictus perlahan kehilangan kemampuan berubah mereka pun kehilangan diri mereka sepenuhnya. Penderita yang diketahui pun merupakan keturunan perempuan yang mewarisinya lewat hubungan keluarga.
Nagini Dan Credence
Keduanya bertemu di Sirkus Arcanus, tempat yang bukan merupakan lokasi baik sebagai tempat pertemuan karena keduanya sama-sama diperlakukan buruk di sana. Mungkin karena kesamaan takdir, Nagini dan Credence menjalin hubungan dekat sampai merencanakan kabur dari arena sirkus untuk mencari tahu siapa sebenarnya asal-usul Credence. Nagini pernah menemani Credence bertemu dengan Irma Dugard meski pertemuan itu tidak menghasilkan akhir baik.
Nagini berperan banyak sebagai sosok teman dekat yang akan menghibur Credence bila dia terpuruk ketika menemui jalan buntu. Dia bahkan tidak ragu-ragu untuk membujuk Credence agar tidak bergabung dengan kelompok penyihir gelap serta Grindelwald walau gagal pada akhirnya.
Nagini Dan Horcrux
Berbeda dengan Credence yang berbagi hubungan bersama Nagini sebagai seorang manusia, Voldemort melihatnya hanya sebagai Horcrux. Voldemort hanya berinteraksi bersama Nagini jika dia memerlukan dalam suatu tujuan, memanfaatkannya sebagai sebuah alat dan bagian untuk mempertahankan hidupnya. Keduanya terlihat bisa berkomunikasi menggunakan Parselmouth, dan tepat pada tahun 1994 ketika Nagini kehilangan kemampuannya untuk berubah wujud sebagai manusia, Voldemort mengubahnya sebagai salah satu Horcrux. Hal ini memungkinkan Voldemort untuk mengambil kendali tubuh Nagini seperti yang dilakukannya untuk menyerang Arthur.
Akhir Kisah Nagini
Nagini akhirnya berakhir di tangan Neville Longbottom yang menggunakan pedang Gryffindor saat Pertempuran Hogwarts tahun 1998, yang juga mengakhiri kisahnya sebagai Horcrux Voldemort. Setelah dihabisi oleh Neville, bukan hanya Nagini yang menghilang namun juga Voldemort sebagai Horcrux terakhir yang dihancurkan. Walau Voldemort terlihat dipenuhi amarah melihat Nagini dikalahkan, dia sama sekali tidak berniat membalaskan dendam alih-alih lebih ke arah kesal Horcruxnya menghilang.
Itulah sosok Nagini, Maledictus yang berawal dari sosok wanita lemah-lembut yang terpaksa diubah menjadi Horcrux oleh penyihir gelap yang kejam. Nagini sebagai Horcrux mungkin terlihat jahat karena mengikuti semua perintah Tuannya untuk menyakiti banyak orang, namun kita pun harus ingat bisa dulu jauh sebelum ini dirinya bahkan mencoba menghentikan teman satu-satunya agar tidak jatuh dalam lingkaran kegelapan. Jadi, apakah kalian akan mengkategorikan Nagini sebagai sosok baik atau jahat? Coba kita diskusikan di kolom komentar ya!
Jika kamu tertarik untuk menjadi Relawan Penulis Petuah Jaka Potter, harap menghubungi Lynx Ainsleight!
ditulis oleh Alice Rutherford