Alastor Moody: Sang Auror Terbaik Sepanjang Masa
Edisi ke-198 dari Petuah Jaka Potter
Sosok satu ini lahir dan dibesarkan oleh Auror dan menjadi seorang Auror terbaik sepanjang masa juga. Sifatnya yang berhati-hati membuatnya menjadi anggota terpenting dari Orde Phoenix. Yuk, kita kenalan lebih banyak lagi dengan Alastor Moody!
Lahir dari Keluarga Auror
Alastor Moody—dikenal juga sebagai Mad-Eye Moody, lahir dari keluarga darah murni, dimana ayah dan ibunya bekerja sebagai Auror. Tanggal kelahirannya tidak diketahui, namun garis keturunan Moody mendapat reputasi sebagai “pencetak Auror terkenal” di kalangan dunia penyihir. Moody juga dianggap sebagai murid yang sangat baik dan mendapat nilai melebihi harapan dalam lima mata pelajaran pada ujian N.E.W.T nya. Selepas lulus Hogwarts, ia melanjutkan karirnya sebagai Auror.
Perannya sebagai Auror di Kementerian Sihir
Sepanjang Moody menjadi Auror, ia aktif memerangi pelahap maut. Bahkan menurut Charlie Weasley, separuh sel di penjara Azkaban penuh karena Moody. Karena hal ini, banyak yang menganggapnya sebagai musuh dan membuat Moody menjadi pribadi yang sangat berhati-hati bahkan cenderung paranoid terhadap hal-hal yang berkaitan dengan keamanannya.
Perang Sihir Pertama (1970-1981)
Pada perang sihir pertama, selain bekerja untuk Kementerian Sihir, ia juga menjadi anggota kunci Orde Phoenix—sebuah kelompok rahasia yang didirikan Albus Dumbledore untuk memerangi Voldemort dan Pelahap Maut. Seiring berjalannya perang sihir pertama, Kementerian Sihir mengizinkan para Auror untuk menggunakan kutukan tak termaafkan terhadap para pelahap maut. Beberapa pelahap maut terbunuh oleh Moody, diantaranya Evan Rosier dan Wikes serta berhasil menangkap Igor Karkaroff.
Selama perang sihir pertama sekaligus sebagai Auror, Moody kehilangan satu kaki dan harus menggunakan prostetik kayu, sejumlah luka di wajah, termasuk sebagian hidung nya dalam pertarungannya dengan Evan Rosier. Pada tahun-tahun setelah nya, Moody terus memburu para pelahap maut, praktis membuatnya kehilangan mata kiri nya dan diganti dengan mata prostetik sihir. Di akhir Tahun 1980an, Moody pensiun sebagai auror aktif dan membimbing Nymphadora Tonks dalam pelatihan auror.
Penyamaran Barty Crouch Jr.
Pada pertengahan tahun 1994, Albus Dumbledore menawarkan Alastor Moody untuk menjadi Profesor Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam di Hogwarts sekaligus harapannya memiliki seorang Auror yang berpengalaman untuk menjaga keselamatan serta keamanan sekolah dan peserta selama Turnamen Triwizard berlangsung. Moody menerima tawaran tersebut dan menganggapnya sebagai bantuan khusus untuk seorang teman lama.
Naas, sebelum tahun ajaran berlangsung, Moody diserang oleh Bartemius Crouch Jr. (Barty Crouch) dan Peter Pettigrew atas perintah Voldemort. Meskipun Moody melakukan perlawanan sengit dan memicu alarm tong sampah sihir miliknya, ia berhasil dilumpuhkan dan disekap dalam peti ajaibnya sendiri dibawah pengaruh Kutukan Imperius agar Crouch bisa menginterogasi dan meniru kebiasaannya serta sifatnya dengan sempurna.
Sepanjang tahun ajaran, Barty Crouch Jr. menyamar sebagai Moody dengan rutin meminum ramuan polijus dan membuatnya berhasil menipu para staf dan pengajar Hogwarts hingga memanipulasi Turnamen Triwizard agar Harry berhasil melewati semua tugas Turnamen.
Kepalsuan yang Terungkap
Ketika Harry kembali membawa jenazah tubuh Cedric yang terbunuh oleh Voldemort pada tugas terakhir Turnamen Triwizard yang telah diubah menjadi portkey menuju Pemakaman Little Hangleton, Crouch yang masih menyamar sebagai Moody membawa Harry pergi dari kerumunan menuju kantornya. Hal ini menimbulkan kecurigaan Albus Dumbledore dan tepat bersamaan dengan mulai menghilangnya pengaruh ramuan polijus, Albus Dumbledore bersama Minerva McGonagall dan Severus Snape mendobrak pintu kantor Moody.
Snape kemudian memberi ramuan Veritaserum kepada Crouch dan seluruh kejadian sesungguhnya diakui oleh Crouch dari penyerangan Moody hingga bagaimana cara Harry bisa mengikuti Turnamen Triwizard. Moody diselamatkan meski mengalami trauma berat akibat penyergapan tersebut.
Perang Sihir Kedua (1995-1997)
Di tahun 1995, Moody kembali bergabung dengan Orde Phoenix seiring kembalinya kemunculan Voldemort. Ia menjadi garda terdepan, mengawal Harry ke Grimmauld Place dan tempat-tempat lainnya.
Pertempuran Departemen Misteri (1996)
Pada tahun 1996, Moody beserta anggota Orde Phoenix lainnya tiba di Departemen Misteri guna menyelamatkan Harry dan teman-temannya yang kian terjebak Pelahap Maut. Moody berduel melawan Antonin Dolohov dan mengalami luka-luka, sedang Sirius Black di tangan Bellatrix Lestrange. Pertempuran ini berakhir dengan munculnya Dumbledore dengan Menteri Sihir—Cornelius Fudge, yang membuat nya sadar bahwa Voldemort telah bangkit kembali.
Pertempuran Tujuh Potter
Setelah kematian Albus Dumbledore pada Pertempuran Menara Astronomi, kepemimpinan Orde Phoenix diambil alih oleh Alastor Moody. Ia memperkuat perlindungan di sekitar markas dan mengutamakan keselamatan Harry namun upayanya dalam melindungi Harry dalam Pertempuran Tujuh Potter membuatnya harus kehilangan nyawa. Moody tewas setelah mendapat kutukan pembunuh oleh Voldemort, setelah rekan nya, Mundungus Fletcher berdisapparate karena takut dan membuat Moody rentan terhadap serangan.
Kematian Moody meninggalkan duka yang mendalam bagi Orde. Jasadnya hancur dan dengan cepat diambil oleh pelahap maut. Sedangkan bola matanya diambil pelahap maut dan diberikan kepada Dolores Umbridge untuk digunakan sebagai “mata” yang mengawasi ruang kerjanya. Saat Harry, Hermione, dan Ron menyusup kantor Umbridge, Harry mengambilnya dan menguburkannya secara layak di bawah sebuah pohon tua di hutan sebagai penghormatan terakhir.
Sifat dan prinsip Moody yang selalu waspada menjadi pedoman hidup bagi seluruh anggota Orde Phoenix. Harry bahkan menjadi Auror mengikuti jejak Moody dan memastikan metode dan keberanian Moody diajarkan dalam program pelatihan Auror di Kementerian Sihir ketika ia menjabat sebagai Kepala Departemen Penegakan Hukum Sihir pada tahun 2007.
Sebagai bentuk penghormatan, potret Alastor Moody dipasang di dinding Tangga Besar Hogwarts, pada tahun 2008.
Itulah cerita mengenai Alastor Moody, seorang Auror dengan prestasi yang sangat gemilang, sampai-sampai metode dan cara beliau saat bekerja ditetapkan sebagai program Auror! Apakah sosok ini juga menarik perhatianmu untuk menorehkan banyak prestasi saat sudah dewasa nanti? Silakan tinggalkan jejak di kolom komentar ya!
Jika kamu tertarik untuk menjadi Relawan Penulis Petuah Jaka Potter, harap menghubungi Lynx Ainsleight!