Petuah Jaka Potter (JAringan KAmus POTensial TERlengkap)

Lily Evans-Potter: Simbol Wanita dengan Keberanian, Cinta, dan Pengorbanan.

Edisi ke-191 dari Petuah Jaka Potter

Siapa yang tidak kenal sosok ini? Nama Lily Evans Potter akan selalu dikenang sebagai simbol keberanian dan cinta yang kuat. Tidak hanya sebagai ibu dari Harry Potter, namun ia juga seorang penyihir berbakat dalam sejarah dunia sihir Harry Potter.
 

Masa Kecil yang Sederhana

Lily J. Evans, lahir dari pasangan kelahiran muggle Keluarga Evans, pada tanggal 30 Januari 1960 di Cockworth, Inggris. Ia memiliki saudara kandung muggle, bernama Petunia dan terbilang cukup dekat sebagai adik-kakak. Di usianya yang ke sembilan, Lily kerap kali mengunjungi daerah Spinner’s End, tempat yang bisa ditempuh dengan hanya berjalan kaki, dan bertemu dengan Severus Snape hingga akhirnya mereka berdua berteman.

Lily mulai merasa ada yang berbeda. Ia mulai melihat benda-benda bergerak atau berubah tanpa alasan yang jelas. Ketika ia menceritakannya pada Snape, Snape menyadari Lily seorang penyihir yang sama dengan nya. Ia adalah orang pertama yang memberi tahu Lily bahwa dirinya adalah seorang penyihir, mengajari Lily tentang sihir, dan menunggu bersama surat panggilan dari Hogwarts.

Surat undangan pun datang. Pertentangan muncul dari Petunia, awalnya ia iri dengan kemampuan Lily hingga bersurat pada Albus Dumbledore untuk bisa menerimanya ke Hogwarts juga. Namun ditolak dengan baik oleh Dumbledore. Hal ini membuat Petunia menjadi iri dan menghina Lily sebagai orang aneh dan lebih baik Lily bersekolah di Hogwarts.
 

Tahun-tahun di Hogwarts

Lily diterima di asrama Gryffindor dan menjadi murid yang mahir dalam kelas ramuan. Hal ini membuatnya tergabung dalam Slug Club, kelompok eksklusif yang dibuat oleh Profesor Horace Slughorn yang berisi murid-murid berbakat

Selain pintar, Lily juga dikenal dengan pribadi yang hangat dan membela siapapun yang benar. Ia juga membenci segala bentuk perundungan yang dilakukan oleh orang lain.
 

Hubungan Lily, Severus Snape, dan James Potter

Pada awalnya Lily dekat dengan Snape sejak mereka berteman sebelum masuk Hogwarts. Namun, ketika Snape menunjukkan ketertarikannya pada ilmu hitam dan bergabung dengan teman-temannya yang mendukung darah murni, muncul pertentangan diri pada Lily.

Persahabatan mereka berakhir, tatkala Lily membela Snape dari perundungan James Potter terhadap nya. Namun, Snape yang juga sedang emosi, menyebut Lily sebagai “darah kotor” yang menyakitkan bagi Lily. Meski persahabatan mereka berakhir, bagi Snape, Lily akan selalu ada di hatinya.

Lily tidak menyukai James diawal, mengingat James sendiri suka merundung murid lain, terutama Snape. James memang cenderung berani, percaya diri, dan suka pamer. Hingga akhirnya James mulai berubah menjadi dewasa dan lebih bertanggung jawab. Hal ini membuat Lily setuju untuk menjalin hubungan dengan James. Bahkan di tahun ketujuh, dengan prestasi akademik, keterampilan, dan tanggung jawab mereka, keduanya terpilih sebagai Ketua Murid Putra dan Ketua Murid Putri.

Selepas lulus, di usia 18 tahun, Lily dan James menikah dengan Sirius sebagai pendamping pria. Pernikahan dilakukan dengan sederhana dikarenakan mulainya Perang Sihir Pertama.
 

Bergabung dengan Orde Phoenix

Lily dan James bergabung menjadi Anggota Orde Phoenix–sebuah organisasi yang didirikan oleh Albus Dumbledore untuk melawan Lord Voldemort dan para pelahap maut. Selama perang, James dan Lily terhitung tiga kali menentang Lord Voldemort dalam beberapa kesempatan, salah satunya adalah ketika mereka menolak bergabung ketika Voldemort mencoba merekrut mereka berdua.
 

Pengorbanan yang Mengubah Segalanya

Lily mengandung pada musim gugur tahun 1979, dimana pada waktu yang hampir berdekatan, Sybill Trelawney membuat ramalan di hadapan Albus Dumblerdore. Isi ramalannya menunjukkan bahwa akan ada orang yang memiliki kemampuan dan kekuatan untuk mengalahkan Pangeran Kegelapan. Sybill juga menambahkan bahwa orang itu akan lahir dari orang tua yang telah tiga kali menentang. Pada waktu yang bersamaan, Snape mendengar ramalan tersebut dan memberi tahu kepada Voldemort.

Namun ketika mengetahui Voldemort serius menanggapi ramalan tersebut dan ternyata merujuk pada pasangan Lily dan James Potter, membuat Snape berganti pihak. Ia segera mendatangi Dumbledore, menceritakan segala rencana Voldemort padanya, dan bersumpah akan melakukan apapun untuk menjaga keselamatan Lily–wanita yang sampai saat ini ia cintai.

Keluarga Potter akhirnya bersembunyi, hingga pada tanggal 31 Juli 1980 lahirnya Harry James Potter. Pembaptisan Harry pun dilakukan sederhana dan diam-diam dengan hanya mengundang Sirius Black sebagai ayah baptisnya.

Pada tahun 1981, saat Harry berusia 1 tahun, tempat tinggal keluarga Potter di Godric’s Hollow sekaligus persembunyian mereka semakin diperkuat. Mantra Fidelius ditempatkan di rumah tersebut dengan menunjuk Peter Pettigrew yang dianggap kurang mungkin diincar Pelahap Maut dibanding sahabat James yang lain–Sirius Black dan Remus Lupin, sebagai penjaga rahasia mereka. Sayangnya, Peter memilih untuk berkhianat dan memberi tahu keberadaan mereka pada Voldemort seminggu kemudian.

Tepat pada tanggal 31 Oktober 1981, Voldemort datang ke Godric’s Hollow dengan tujuan membunuh Harry Potter. James, yang naas nya juga tidak memegang tongkat sihir, berusaha untuk menahan Voldemort dan meminta Lily untuk melarikan diri bersama Harry. Saat James sudah terbunuh, Lily yang terjebak di kamar tidur bayi bersama Harry, memohon untuk tidak membunuh Harry. Voldemort, yang menghormati permintaan Snape untuk tidak membunuh Lily, memberi kesempatan pada Lily untuk menyingkir. Namun Lily tetap teguh pendirian untuk terus melindungi putranya hingga Voldemort membunuhnya.

Kematian Lily menjadi pengorbanan cinta yang murni (tidak memilih menyelamatkan dirinya meskipun memiliki kesempatan) memunculkan sihir perlindungan cinta melindungi Harry dari Kutukan Pembunuh yang diarahkan Voldemort kepada Harry. Kutukan itu memantul dan menghancurkan tubuh Voldemort dan untuk sementara mengalahkannya. Sedang Harry tidak terluka sedikitpun hanya menyisakan tanda berupa bekas luka petir di dahinya.
 
Dari Lily Evans Potter kita belajar bahwa kekuatan terbesar dalam dunia sihir bahkan bukanlah mantra paling kuat dan hebat, melainkan cinta dan pengorbanan. Albus Dumbledore bahkan mengatakan bahwa perlindungan yang Lily berikan pada Harry adalah bentuk sihir kuno yang sangat langka dan kuat.

Lily bukan sekedar salah satu bagian dari sejarah perang sihir. Ia adalah contoh bahwa keberanian tidak selalu datang dari kekuatan yang besar, tetapi dari pilihan untuk melindungi orang yang kita sayangi sebesar apapun risikonya.

Jika kamu tertarik untuk menjadi Relawan Penulis Petuah Jaka Potter, harap menghubungi Lynx Ainsleight!
ditulis oleh Freya Lee

coded by Issie
random name generator by Susie