Wingardium Leviosa: Mantra Pertunjukan Sulap
Edisi ke-185 dari Petuah Jaka Potter
”It’s LeviOsa, not LeviosA!” atau begitulah yang mungkin terlewat pertama kali jika kita mendengar nama mantra yang satu ini. Adegan ikonik dari salah dua Trio Emas ini sebenarnya bukan sekedar kalimat, tapi mengajarkan kita cara merapal mantra levitasi paling berguna, apalagi kalau bukan Wingardium Leviosa!
Deskripsi Umum Wingardium Leviosa
Mantra Levitasi dengan rapalan Wingardium Leviosa (
wing-GAR-dee-um leh-vee-OH-sa) adalah mantra yang digunakan untuk membuat sebuah objek melayang atau berlevitasi. Mantra ini ditemukan oleh seorang Warlock bernama Jarleth Hobart sekitar tahun 1544 dan diajarkan pada murid tahun pertama Hogwarts.
Etomologi Nama Wingardium Leviosa
‘
Wingardium’ adalah beberapa kata yang bisa diartikan melalui bahasa Inggris yaitu; ‘wing’ berarti ‘untuk melayang/terbang’, ‘arduus’ berarti ‘tinggi/menjulang/curam’ atau ‘arduum’ berarti ‘tempat yang curam’, ditambah akhiran Bahasa Latin umum ‘-ium’. Sedangkan ‘
Leviosa’ kemungkinan berasal dari Bahasa Latin; ‘levo’ berarti ‘mengangkat’ atau ‘levis’ berarti ‘ringan’. Namun secara keseluruhan jika dibaca bersama dapat diartikan sebagai ‘angkat yang tinggi’.
Sejarah Awal Wingardium Leviosa
Sejarah penciptaan (atau lebih tepatnya penampilan perdana) dari Wingardium Leviosa cukup… memalukan. Jadi ceritanya, para tanggal 16 Juli Hobart mengundang banyak penyihir sampai Kepala Penyihir Wizengamot untuk melihat mantra ciptaannya. Awal penampilan itu sungguh meriah dengan pidato dari Hobart lalu nyanyian lagu kebangsaan. Hobart telah naik ke atap sebuah Gereja, merapalkan mantra dan berhasil melayang di udara!
Sayangnya kebahagiaan itu cepat pudar, secepat 3 menit kemudian karena Hobart terlihat hanya melayang tanpa bergerak yang mengakibatkan kerumunan merasa bosan dan mulai meneriakinya. Hobart yang mendengarnya pun berusaha melakukan aksi menggerakan badan seperti sedang berenang namun sekali lagi tidak menghasilkan apa-apa. Dirinya kemudian berpikir jika pakaiannya yang memberatkan sehingga tanpa ragu membuka semua bajunya―yang tentu saja langsung membuatnya jatuh dari ketinggian 10 kaki. (T____T)
Karena sesungguhnya mantra tersebut menyihir pakaian dan bukan diri Hobart sendiri, dia pun harus mengalami patah tulang sebanyak 16 buah dari kejatuhannya bahkan sampai menerima denda atas ‘kebodohannya’.
Kelanjutan Sejarah Wingardium Leviosa Dan Cerita Rambut Palsu Kepala Penyihir Wizengamot
Apakah kalian mengira sejarahnya sampai di sana? Tidak, karena Bapak Hobart kita tidak mudah menyerah.
Hobart mengetahui jika mantranya ini dapat melayangkan benda dengan lama yang berbeda-beda tergantung keahlian penyihirnya. Tak hanya benda, hewan maupun anak kecil dapat melayang namun tidak bisa bergerak sesuai kemauan mereka.
Setelah memahami lebih baik tentang Wingardium Leviosa buatannya, Hobart mengadakan pertunjukan untuk kedua kalinya. Berbeda dari sebelumnya, kini dia tidak melayangkan ‘dirinya sendiri’ melainkan benda-benda kecil seperti kerikil kemudian pohon yang sudah tumbang. Niatnya Hobart akan mengakhiri penampilan itu dengan melayangkan topi si Kepala Penyihir, tapi apakah kalian tahu apa yang dilayangkan? Yep, rambut palsu! (T____T)
Kepala Penyihir yang tidak senang karena kepala botaknya ketahuan(?) mengajak duel Hobart dan apa terjadi selanjutnya? Yah, Hobart tetaplah Hobart, dia melayangkan jubah milik Kepala Penyihir sampai menutupi kepalanya lalu berlari kencang, alias kabur! (T____T)
Efek Dan Kegunaan Wingardium Leviosa
Jika ditelaah lebih jauh, ternyata Wingardium Leviosa adalah versi yang sudah ditingkatkan dari beberapa mantra serupa seperti mantra Levioso (
Levitation Spell), mantra Locomotor (
Locomotion Charm), dan/atau mantra melayang (
Hover Charm). Singkatnya, Wingardium Leviosa adalah mantra yang bisa mengangkat benda-benda ke udara seperti melawan gravitasi, termasuk mengangkat benda-benda yang biasanya terlalu berat untuk diangkat, dan memungkinkan untuk menggerakannya juga di udara.
Seperti yang Hobart tunjukkan sebelumnya, Wingardium Leviosa mampu mengangkat berbagai benda tergantung dengan kemampuan penyihir tersebut. Ada kemungkinan juga jika jumlah benda yang dilayangkan lebih dari satu, meski jika dapat mengangkat tiga sekaligus maka hal itu dianggap sangat sulit.
Pengguna Wingardium Leviosa
Dalam sejarahnya ada banyak penyihir yang telah menggunakan mantra ini baik dalam pelajaran kelas (seperti Hermione Granger dan Ron Weasley) ataupun dalam keadaan darurat seperti Harry Potter yang menggunakan mantra ini untuk melayangkan kembali bagian duduk dari motor terbang yang terpisah ketika Pertarungan Tujuh Potter berlangsung. Atau menggunakannya sebagai kejahilan melayangkan Niffler agar dapat masuk ke kantor Dolores Umbridge seperti yang dilakukan Lee Jordan? Bisa juga!
Dan masih banyak lagi pengguna lain dari Mantra Levitasi ini! Mungkinkah kamu salah satu yang menggunakannya?
Itulah dia kira-kira cerita dari mantra anak tahun pertama, Wingardium Leviosa! Apakah kamu yang ternyata salah satu penggunanya, ataukah kamu yang mengalami kesulitan menggunakannya? Coba ceritakan pengalamanmu di kolom komentar ya!
Jika kamu tertarik untuk menjadi Relawan Penulis Petuah Jaka Potter, harap menghubungi Lynx Ainsleight!
ditulis oleh Alice Rutherfold