Petuah Jaka Potter (JAringan KAmus POTensial TERlengkap)
Remus Lupin: Di Bawah Bulan
Edisi ke-184 dari Petuah Jaka Potter
Halo, para penghuni WoP! Blog memperkenalkan seri blog ini kepada kalian semua: Petuah Jaka Potter alias Jaringan Kamus Potensial Terlengkap! Blog ini akan dirilis dua kali seminggu dengan penulis yang berbeda-beda. Pastinya, kami akan membahas hal-hal seputar dunia sihir Harry Potter. Mungkin kamu sudah tahu tentang hal-hal ini, mungkin juga tidak. Pokoknya, baca dulu sampai akhir, ya!
Gambar oleh thedrawholived
Kali ini, kita akan membahas trauma bernama Remus John Lupin, atau bisa disebut Moony, oleh teman-teman terdekatnya, atau bisa juga dipanggil Profesor Lupin, oleh murid-muridnya. Remus Lupin merupakan pribadi yang besar dan tumbuh membawa luka, baik luka fisik maupun non fisik.
Luka pertama menggores Lupin ketika ia masih kecil. Masa kecilnya dirampas ketika dirinya diserang oleh manusia serigala Fenrir Greyback, sehingga Lupin membawa Lycanthropy seumur hidupnya. Serangan ini didasari dendam Greyback kepada Lyall Lupin, ayah dari Remus Lupin. Lyall, yang bekerja di Kementrian Sihir Inggris, merupakan satu-satunya orang yang menyadari bahwa Greyback adalah manusia serigala, melontarkan opini yang menurutnya layak diterima seorang manusia serigala, dan opini ini menyinggung ego Fenrir Greyback. Amarah Greyback yang terkumpul, mendasarinya untuk merencanakan pembayaran balas dendam ketika dirinya dilepaskan. Greyback mengendap-endap memasuki kediaman Lupin tepat ketika mereka lengah, dan menyerang anak semata wayang Lyall.
Berlian yang Berdiam Diri di Antara Perampok
Membawa penyakit yang memberatkannya ini, Remus Lupin tetap tumbuh menjadi siswa yang dapat diandalkan, tidak membiarkan sedikitpun penyakitnya mempengaruhinya, Remus Lupin tumbuh di tengah-tengah Hogwarts, dan bahkan berhasil menjadi Prefek. Hal ini merupakan sebuah kontras, mengingat teman-temannya merupakan pembuat masalah yang ulung pada saat itu, James Potter, Sirius Black, dan Peter Pettigrew. Namun, Remus Lupin merupakan salah satu siswa yang pintar, cukup pintar untuk tidak melakukan tugasnya sebagai Prefek ketika teman-temannya melakukan tindakan perundungan kepada Snape, entah apa alasannya, tapi satu hal yang kita ketahui, posisinya di hati teman-temannya semakin tidak terbantahkan dengan sifat apatis nya disini.
Di Bawah Bulan, Rusa, Anjing, dan Tikus Bersekongkol
Posisinya sebagai perampok utama juga kelak membantunya melawan penyakitnya sendiri, dimana penyakit Remus Lupin akhirnya dapat diketahui juga oleh teman-temannya yang lain, sehingga alih-alih menjauhi Lupin, para Marauders memutuskan untuk mencatat legenda yang kita kenal sampai sekarang, ya, mereka bertiga memutuskan untuk menjadi Animagus, yang tidak tercatat tentunya. Rumit, namun sederhana. Kamu memiliki kelompok teman yang seru, salah satu temanmu kamu sadari sering menghilang saat bulan purnama, kelak kamu sadari bahwa ia adalah manusia serigala, kamu mencari cara untuk membantunya, kamu menjadi Animagus, kamu membantunya, sederhana bukan? Namun, dapat dilihat disini bahwa posisi Remus Lupin sebagai teman sangatlah diusahakan, sehingga teman-temannya ini menjadi bukti bahwa tidak selamanya manusia serigala mendapat stigma yang jelek.
Otoritas yang Datang dengan Rasa Tak Layak
Sifat dapat diandalkannya membuat Remus Lupin dipercaya menjadi pengajar di Hogwarts, untuk mengajarkan mata pelajaran Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Di bawah pengajarannya, Remus Lupin dapat menyentuh titik ilmu yang sebelumnya belum dicapai oleh pengajar-pengajar PTIH lainnya, yang lagi-lagi mengamankan posisinya di hati para murid, yang diajarkannya terbukti berguna bagi para murid-muridnya, terlebih pengajarannya mengenai mantra Patronus kepada Sang Terpilih, yang tanpa Lupin, sudah pasti Harry Potter tidak bisa melawan tantangan yang datang kepadanya di akhir tahun ketiganya.
Peran Berbahaya yang Tak Pernah Dipertanyakan
Lagi-lagi, Remus Lupin membuktikkan bahwa dirinya dipercaya sebagai salah satu senjata Order of the Phoenix, bersama temannya, Sirius Black, mereka bersama-sama menjadi peran kunci bagi Orde ini, dirinya tak pernah sekalipun mempertanyakan tanggung jawab yang hadir padanya, walau dirinya pada waktu itu akan menjadi ayah, namun, ketika tugas datang, dirinya langsung berfokus untuk menyelesaikan, ketimbang protes, tipikal Gryffindor.
Luka adalah Guru Terbaik
Remus Lupin, pribadi yang penuh luka dan juga penuh paradigma seringkali memenangkan posisinya di hati rekan-rekannya, murid-muridnya, dengan kecerdasannya. Namun, kecerdasannya ini bukanlah kecerdasan yang terasa tajam atau menghakimi, malahan seringkali terasa seperti hangat dan memeluk. Contoh sederhana, ketika dirinya mengatasi penyerangan Dementor di kereta di awal tahun, dirinya tidak berfokus untuk menggurui, namun dirinya fokus memperbaiki dan merangkul. Bakat ini tak lain Lupin peroleh dari luka yang ia emban sedari kecil, sisi pengertiannya lahir dari perasaan tak pernah menjadi bagian dari kelompok.
Pelangi yang Menerangi Kekelamannya
Berlian bagi orang sekitarnya, ironis bagi dirinya sendiri, karena hingga akhir hayat hidupnya, Remus Lupin tidak atau sulit digambarkan dapat mengalahkan penyakit bawaannya, setidaknya sebelum dirinya bertemu Nymphadora Tonks. Pelangi di dalam hidupnya yang kelam, Nymphadora Tonks hadir sebagai pelipur lara, pensil warna untuk hidup Lupin yang terlalu begitu-gitu saja. Bersama, mereka berdua dapat membangun fondasi cinta mereka dengan warna yang saling mendukung satu sama lain, hingga akhirnya keluarga kecil mereka dikaruniai buah hati, Teddy Lupin. Nymphadora Tonks merupakan sosok yang sangat berjasa di cerita hidup Lupin, karena pada akhirnya, dirinya bisa menemukan sosok yang memilihnya, sosok yang memahami dan menerima kurangnya.
Jika {%FULLNAME%} adalah Remus Lupin, momen paling berkesan dalam hidupnya adalah ...!
Jika kamu tertarik untuk menjadi Relawan Penulis Petuah Jaka Potter, harap menghubungi Lynx Ainsleight!