Petuah Jaka Potter (JAringan KAmus POTensial TERlengkap)

Cornelius Fudge: Menteri Sihir yang Terjebak Penyangkalan dan Ambisi Kekuasaan

Edisi ke-183 dari Petuah Jaka Potter

Halo, para penghuni WoP! Blog memperkenalkan seri blog ini kepada kalian semua: Petuah Jaka Potter alias Jaringan Kamus Potensial Terlengkap! Blog ini akan dirilis dua kali seminggu dengan penulis yang berbeda-beda. Pastinya, kami akan membahas hal-hal seputar dunia sihir Harry Potter. Mungkin kamu sudah tahu tentang hal-hal ini, mungkin juga tidak. Pokoknya, baca dulu sampai akhir, ya!

Gambar oleh thedrawholived
Sosok yang selalu menggunakan topi bowler berwarna hijau limau dan senang menyangkal kemunculan Lord Voldemort ini ternyata adalah pengganti Albus Dumbledore yang menjadi kandidat utama menteri sihir pada saat itu namun berkali-kali menolak jabatan tersebut. Seberapa hebatkah Cornelius Fudge ini?
 

Awal Karir Kementerian

Cornelius Oswald Fudge lahir sebelum tahun 1964 dan merupakan lulusan Hogwarts. Tidak banyak diketahui kehidupannya saat bersekolah. Ia memiliki ciri-ciri fisik yang digambarkan sebagai pria kecil gemuk dengan rambut abu-abu kusut. Ia juga selalu ditemani topi bowler hijau limau yang biasa dikenakan atau pegang. Pada Tahun 1981, ia memulai karir di Kementerian sebagai menteri muda—jabatan paling rendah dalam politik muggle dan Dunia Sihir Inggris yang bertanggung jawab kepada Kepala Departemen tempat mereka bekerja, di Departemen Kecelakaan dan Bencana Sihir.

Saat Millicent Bagnold, menteri sihir tahun 1990 pensiun, belum ada kejelasan siapa yang akan menggantikannya. Pada awalnya Bartemius Crouch Sr. diunggulkan untuk menjadi pengganti, namun seiring munculnya skandal dimana ia mengirim putranya sendiri ke penjara Azkaban, Albus Dumbledore juga mendapatkan dukungan banyak orang untuk menjadi menteri sihir selanjutnya. Hanya saja, Dumbledore menyatakan tidak pernah ingin jabatan menteri, hingga akhirnya Cornelius Fudge lah yang mengambil jabatan menteri tersebut.
 

Gebrakan Salah Langkah Fudge Sebagai Menteri

Selama ia menjadi menteri, beberapa tindakan dan kejadian banyak dilakukan oleh Cornelius Fudge dan sayangnya lebih banyak bersifat negatif.
  • Cornelius Fudge pertama kali mengadakan pertemuan dengan Perdana Menteri Muggle untuk memperkenalkan dunia sihir, namun berakhir dengan Perdana Menteri hendak melemparnya keluar dari jendela kantornya, karena menganggap pertemuan mereka adalah salah satu upaya dari pihak oposisi untuk menyabotase karir dan posisinya di dunia muggle.

  • Menurut majalah Quibbler, Cornelius Fudge ingin menaklukan Bank Sihir Gringotts dengan cara membunuh goblin dengan cara menggelikan seperti menenggelamkan mereka, menjatuhkan mereka dari gedung, hingga memasaknya dalam pai. Informasi ini menjadikan Cornelius Fudge mendapat julukan “Penghancur Goblin”.

  • Tahun 1993, ia membuat kebijakan keliru dengan menempatkan dementor di sekitar sekolah untuk melindungi siswa namun justru berakhir tragis. Para guru dan penduduk Hogsmeade mengeluh kehadiran makhluk itu sangat mengganggu dan tidak sangat tidak menyenangkan.

  • Oktober 1993, memberikan kabar fitnah dan menakutkan mengenai Sirius Black dengan mengatakan Sirus akan hadir pada malam Halloween dan bersembunyi di dalam atau sekitar Hogsmeade dan bahwa Sirius Black lah yang telah memberitahu Voldemort tempat tinggal Keluarga Potter setelah ia diangkat menjadi penjaga rahasia keluarga potter dan terjadilah kematian James dan Lily Potter. Hal ini terdengar oleh Harry dan menimbulkan rasa benci Harry pada Sirius Black.

  • Tahun 1994-1995, mengatur Final Piala Dunia Quidditch bersama Ludo Bagman dan Bartemius Crouch, serta Turnamen Triwizard yang diadakan di Hogwarts. Cornelius Fudge bahkan menggantikan Crouch sebagai juri Turnamen Triwizard yang berhalangan hadir karena asistennya, Percy Weasley dipanggil untuk dimintai keterangan terkait insiden akibat Cornelius Fudge memfitnah Olympe Maxime.

  • Tahun 1995, ia menganugerahkan dirinya sendiri, Order of Merlin (Orde Merlin) kelas pertama, dimana penghargaan ini diberikan keberanian atau prestasi luar biasa dalam sihir. Hal ini menyebabkan kontroversi di kalangan penyihir yang menganggap karir nya kurang terhormat, sehingga merusak nilai penghargaan Order of Merlin itu sendiri.

  • Menolak mengakui kebangkitan Voldemort meskipun sudah terdapat banyak bukti mengenai itu hingga Dumbledore secara diam-diam mengaktifkan kembali Orde Phoenix. Ia juga melakukan kampanye propaganda melalui Daily Prophet untuk memfitnah Albus Dumbledore dan Harry Potter. Hal ini juga mengakibatkan terlambatnya Kementerian Sihir untuk mengambil tindakan pencegahan terhadap ancaman besar Voldemort.

  • Mengubah banyak kebijakan dalam upaya Dumbledore mengumpulkan pendukung, mengubah kasus sederhana sihir dibawah umur untuk diadili seluruhnya, termasuk mengadakan sidang Wizengamot untuk menuntut dan mengadili Harry secara tidak adil dengan tuduhan menggunakan sihir secara ilegal kepada muggle, dan mengabaikan hukum lainnya. Ia bahkan menunjuk Percy Weasley sebagai menteri muda hanya untuk memata-matai keluarga Weasley

  • Memecat Albus Dumbledore sebagai Kepala Sekolah Hogwarts dan menggantinya dengan Dolores Umbridge setelah sebelumnya Umbridge ditugaskan sebagai Profesor Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam yang hanya mengajarkannya secara teori.

Pemecatan Sebagai Menteri

18 Juni 1996, terjadi Pertempuran Departemen Misteri yang disebut juga sebagai Pertempuran Kementerian Sihir, merupakan konflik besar pertama dari Perang Sihir Kedua yang dilakukan oleh Voldemort dalam upaya untuk mendapatkan ramalan tentang kekalahannya di masa depan di tangan Harry Potter. Pertempuran ini melibatkan Pasukan Dumbledore yang terdiri dari Harry Potter, Ron Weasley, Hermione Granger, Luna Lovegood, Neville Longbottom, dan Ginny Weasley melawan Pelahap Maut. Orde Phoenix turut membantu pada pertempuran dan berakhir dengan tewasnya Sirius Black di tangan Bellatrix Lestrange. Pada waktu yang sama, Cornelius Fudge dan beberapa pejabat kementerian melihat dengan secara langsung Voldemort di Atrium Kementerian.

Ia akhirnya ditekan publik dan media hingga berakhir dipecat setelah dua minggu kejadian Pertempuran tersebut pada tanggal 2 Juli 1996 dikarenakan kegagalannya dalam melihat bahaya dan keterlambatannya untuk melakukan tindakan pencegahan. Cornelius Fudge bahkan dianggap oleh komunitas penyihir sebagai salah satu Menteri yang paling tidak efektif dalam sejarah Inggris.
 
Dari Cornelius Fudge kita belajar, bahwa kegagalan seorang pemimpin tidak selamanya karena niat jahat, ia bukanlah sosok yang jahat dan tidak masuk akal, melainkan ketidakmampuan nya dalam menerima setiap kenyataan. Selalu menyangkal, ambisi untuk terus mempertahankan jabatannya, serta segala ketakutan terhadap kebenaran membuatnya lupa untuk melindungi Dunia Sihir dari sebuah ancaman besar sekelas Voldemort. Darinya juga kita belajar, kepemimpinan memerlukan keberanian untuk menerima fakta, dan ancaman terkadang datang dari mereka yang memilih untuk tidak percaya. Kira-kira apa yang bisa kamu teladani (atau koreksi mungkin) dari sosok yang satu ini? Coba bagikan di kolom komentar yuk!  
 
Jika kamu tertarik untuk menjadi Relawan Penulis Petuah Jaka Potter, harap menghubungi Lynx Ainsleight!
ditulis oleh Freya Lee

coded by Issie
random name generator by Susie