Petuah Jaka Potter (JAringan KAmus POTensial TERlengkap)

Myrtle Merana: Gadis Ceria Yang Tersalahpahami

Edisi ke-181 dari Petuah Jaka Potter

Halo, para penghuni WoP! Blog memperkenalkan seri blog ini kepada kalian semua: Petuah Jaka Potter alias Jaringan Kamus Potensial Terlengkap! Blog ini akan dirilis dua kali seminggu dengan penulis yang berbeda-beda. Pastinya, kami akan membahas hal-hal seputar dunia sihir Harry Potter. Mungkin kamu sudah tahu tentang hal-hal ini, mungkin juga tidak. Pokoknya, baca dulu sampai akhir, ya!

Gambar oleh meryzart
Myrtle Merana (Moaning Myrtle) atau yang memiliki nama asli Myrtle Warren adalah sosok hantu yang tinggal di salah satu kamar mandi Hogwarts. Orang-orang mengenalnya sebagai sosok yang menjengkelkan, kekanak-kanakan, bahkan suka menertawakan mereka yang sedang terkena kesialan. Belum lagi sifatnya yang cukup bertolak belakang kepada beberapa murid laki-laki. Namun, apakah kamu sudah tahu bagaimana kisahnya sampai menjadi hantu?
 

Siapa Itu Myrtle Merana?

Myrtle Elizabeth Warren (kini lebih dikenal dengan Myrtle Merana) adalah sosok gadis Juni 1928-1929 yang juga seorang siswi Hogwarts dan masuk asrama Ravenclaw. Setelah kematian tragis Myrtle di tahun 1943, dia menghantui kamar mandi lantai dua dan orang-orang menggambarkannya sebagai hantu yang cukup sensitif, mudah sekali tersinggung dan jika menangis, dia akan menangis sangat-amat-sungguh keras (sepertinya dari sini asal-usul nama ‘merana’ ada).
 

Kehidupan Awal Myrtle Merana

Myrtle tercatat lahir pada akhir 1928 atau awal 1929 dari pasangan muggle, yang menjadikannya seorang keturunan muggle. Salah satu ingatan yang paling diingat Myrtle adalah saat dirinya bernyanyi lagu-lagu Natal bersama kedua orang tuanya, bisa menunjukkan jika hubungan mereka rukun dan damai.
 

Masa Sekolah Myrtle Merana

Myrtle masuk Hogwarts antara tahun 1939 atau 1940 dan tersortir masuk asrama Ravenclaw. Sayangnya kehidupan sekolah Myrtle tidak semenyenangkan kehidupan di rumah karena dia sering berpikir bahwa tidak ada orang merindukannya sehingga menimbulkan sikap penuh ejekan serta perundungan kepadanya termasuk alasan penampilan fisik Myrtle yang berkacamata dan berjerawat.

Salah satu nama murid yang pernah diketahui pelaku perundungan Myrtle bahkan pada hari kematiannya adalah Olive Hornby, sekaligus yang menemukan jasadnya di kamar mandi. Dia kemudian dihantui oleh Myrtle sampai harus memanggil orang Kementerian untuk ‘mengusirnya’.
 

Kematian Myrtle Merana

Suatu hari pada Juni 1943, Myrtle berlari kencang sambil menangis menuju kamar mandi lantai dua setelah diejek oleh Olive soal kacamata miliknya. Dia masuk ke dalam salah satu bilik lalu mulai menangis mengeluarkan kesedihannya, tanpa tahu bahwa bahaya sedang mendekatinya. Tak lama setelah itu, Tom Riddle masuk ke kamar mandi tersebut, berkata menggunakan Parseltongue dan membuka pintu menuju Kamar Rahasia tempat ular raksasa kepunyaan Salazar Slytherin tinggal.

Mungkin takdir memang kejam, menempatkan pintu bilik yang digunakan Myrtle berada tepat di depan wastafel di mana pintu masuk itu. Mendengar suara anak laki-laki (Riddle) yang masuk ke dalam kamar mandi anak perempuan membuat Myrtle ingin cepat-cepat mengusirnya. Namun bukan bertemu pandang dengan anak manusia, dia malah bertatapan dengan mata Basilisk yang mematikan.

Kejadian selanjutnya berjalan cepat, dalam hitungan detik Myrtle kehilangan nyawanya dan kematiannya itu menjadi korban pertama Riddle dalam menciptakan Horcrux.
 

Myrtle Merana Setelah Kematian

Setelah jasadnya dipindahkan dari Hogwarts, Myrtle kembali dalam bentuk hantu dan menghantui kamar mandi tempat dirinya terbunuh. Orang yang menjadi target adalah Olive Hornby sebagai bentuk balas dendam. Dia datang ke pernikahan saudaranya Olive tanpa diundang lalu membuat keributan besar sampai pihak Kementerian dipanggil dan mewajibkannya untuk tinggal di Hogwarts.

Myrtle terlihat sering pula menghantui kamar mandi lain (sampai dibuang ke danau saking sering muncul lewat lubang toilet). Bilik yang menjadi tempat kejadian meninggalnya menjadi jarang digunakan sehingga merupakan lokasi strategis untuk kegiatan rahasia seperti membuat ramuan, dengan syarat orang tersebut tidak keberatan dengan kehadiran (dan gangguan) Myrtle Merana.
 

Relasi Myrtle Merana

Sebagai hantu di Hogwarts Myrtle tentu bertemu dengan banyak orang (baca: korban kejahilannya). Diantara orang-orang tersebut ada yang masuk dalam hubungan baik, ada pula yang tidak begitu baik (contoh paling cepat: Olive Hornby).
 

Myrtle Merana dan Harry Potter

Misalnya Myrtle Merana dan Harry Potter yang jatuh dalam kategori berhubungan baik. Kebaikan Harry pada Myrtle membuatnya tumbuh benih-benih cinta (hantu saja bisa jatuh cinta, masa kamu tidak? (HEH)) sampai menawarkan membagi bilik kamar mandi miliknya jika Harry meninggal karena kebiasaan Harry yang sering mendapat masalah mengancam nyawa. (... agak lain memang-) Myrtle juga sering memberikan bantuan kepada Harry seperti saat memecahkan misteri Kamar Rahasia di tahun keduanya, atau cara melewati tugas kedua Turnamen Triwizard.
 

Myrtle Merana dan Hermione Granger

Sedangkan hubungannya dengan Hermione Granger… er, tidak harmonis? Pernah suatu waktu saat pesta Hari Kematian Nick si Kepala Hampir Buntung, Myrtle mendengar kabar bahwa Hermione membicarakannya. Dia mengira bahwa Hermione menjelek-jelekkannya, meskipun sudah dijelaskan bahwa Hermione hanya mengatakan betapa cantik Myrtle malam itu. Myrtle yang tidak percaya, berteriak pada Hermione bahwa dia seorang pembohong lalu meninggalkan pesta sambil menangis. Saat ramuan Polijus Hermione mengubah dirinya menjadi kucing, Myrtle tertawa terbahak-bahak membuat perasaan si anak manusia semakin buruk. Dalam kutipannya, Harry berkata jika dia tidak pernah melihat Myrtle sebahagia itu saat mengejek Hermione.
 

Myrtle Merana dan Ron Weasley

Kalau hubungan buruknya dengan Hermione terjadi karena salah paham, Ron Weasley berbicara secara terbuka dan terus terang soal ketidaksukaannya terhadap Myrtle. Hal tersebut membuat Myrtle kesal dan menangis dengan keras.
 

Myrtle Merana dan Draco Malfoy

Ada satu hal menarik jika membicarakan Myrtle dan Draco Malfoy. Benar, si Draco Malfoy. Ternyata Myrtle bisa dibilang mempunyai simpati kepadanya, sampai pada tahun keenam Draco yang mana dia menjadi Pelahap Maut dan diharuskan menghabisi Albus Dumbledore, Myrtle berada di sana menghiburnya. Draco menyebutkan bahwa dirinya sering berbagi pemikiran sedangkan Myrtle akan ada untuk mendengar serta menghiburnya. Mungkin pula karena hal tersebut Myrtle lebih memilih Draco dibanding Harry.
 
Itulah sosok Myrtle Warren atau Myrtle Merana! Sosok hantu yang menghantui kamar mandi lantai dua di Hogwarts dan kadang (baca: sering) bersikap berlebihan. Dibalik sikapnya, ternyata semasa hidup Myrtle pun tidak mengalami hal-hal baik sampai kematiannya. Apakah kalian mau berteman dengan Myrtle? Ceritakan pengalaman kalian bersamanya di kolom komentar ya!
 
Gunakan tautan berikut ini jika pop up tidak muncul:
https://uquiz.com/766D06
 
 
Jika kamu tertarik untuk menjadi Relawan Penulis Petuah Jaka Potter, harap menghubungi Lynx Ainsleight!
ditulis oleh Alice Rutherford

coded by Issie
random name generator by Susie