Ashwinder

Ashwinder
 
bara api yang melata.
 
ditulis oleh. Janine Vandermeer
 
Apa itu Ashwinder?
Ashwinder adalah ular magis yang tercipta dari sisa-sisa api ajaib yang dibiarkan menyala tanpa pengawasan atau tidak terkendali. Ia memiliki fisik yang ramping dengan warna abu-abu pucat dan mata merah yang bersinar. Setelah ia tercipta, Ashwinder akan melata menuju tempat yang dingin, gelap dan terpencil untuk bertelur, meninggalkan jejak berupa abu di belakangnya. Fakta unik yang mungkin menyedihkan, setiap kali ia selesai bertelur, Ashwinder hanya akan bertahan selama satu jam sebelum akhirnya hancur menjadi abu.
Telur Ashwinder
Telur dari Ashwinder berwarna merah dan memancarkan panas yang dahsyat. Saking dahsyatnya, telur-telur itu dapat membakar habis sebuah hunian hanya dalam hitungan menit setelah mereka dikeluarkan dari induknya. Oleh sebab itu, keberadaan sarangnya harus segera dilacak lalu dibekukan telur-telurnya dengan mantra yang tepat.

Setelah dibekukan, telur-telur tersebut dapat menjadi barang yang bernilai. Entah digunakan sebagai bahan ramuan cinta, dikonsumsi langsung untuk menyembuhkan demam dan menggigit, atau digunakan sebagai salah satu bahan untuk membuat Ramuan Edurus.
Etimologi
Nama Ashwinder berasal dari kata “ash” dan “winder”, yang secara berturut berarti abu (yang merujuk pada warna abu dan kaitannya dengan api) dan alat penggulung (yang merujuk pada gerakan melata ke samping seperti yang dilakukan oleh beberapa jenis ular. Biasanya juga disebut dengan “sidewinder” yang artinya ular yang bergerak menyamping seperti ular derik.
Habitat
Ashwinder acapkali ditemukan di kediaman penyihir, karena ia tercipta dari api yang telah dicampuri zat sihir, seperti bubuk Floo. Namun, seperti yang sudah dijelaskan di atas, jika ia dibiarkan berkeliaran dan bertelur dengan bebas, itu dapat menghanguskan bangunan dalam hitungan menit.
Sejarah
→ Tahun 1926
Dalam masa pencarian makhluk-makhluk gaib yang lepas di New York pada akhir tahun 1926, Newt Scamander menemui Gnarlak, seorang goblin pemilik kedai Babi Buta. Gnarlak pun tidak langsung memberikan informasi yang dicari, sehingga Newt menawarkan sejumlah suap, yang salah satunya adalah sebutir telur Ashwinder yang telah dibekukan.

→ Tahun 1900-an
Selain dijadikan alat tukar, ada sejarah lain yang mengikuti soal ular panas satu ini. Pada masa jabatan Armando Dippet sebagai Kepala Sekolah Hogwarts, seekor Ashwinder digunakan untuk memerankan sosok cacing yang bengkak dan buta dalam pementasan ulang kisah “Air Mancur Keberuntungan” saat pertunjukan pantomim Natal. Namun sayangkan makhluk tersebut diperbesar ukurannya menggunakan mantra pembesar, yang menyebabkan ular tersebut meledak karena habis mengeluarkan telur raksasa dan menebarkan percikan api panas serta debu ke sekelilingnya. Tidak sampai situ saja, telur yang dikeluarkan juga menyebabkan kebakaran hebat di Aula Besar. Peristiwa ini menyebabkan tradisi pantomim di Hogwarts berakhir, dikarenakan korban-korban yang berjatuhan di dalam Sayap Rumah Sakit. Profesor Silvanus Kettleburn sebagai Profesor Pemeliharaan Satwa Gaib yang menyediakan Ashwinder tersebut pun dijatuhi dengan hukuman masa percobaan.
Itulah sekilas mengenai Ashwinder! Terdengar seperti makhluk yang luar biasa, bukan? Keunikannya patut dikagumi, dan sebagai penyihir, satwa ini juga perlu dilestarikan. Mempelajari satwa ini pun tidak kalah pentingnya!

SELAMAT BERSENANG-SENANG!




 
world of potter.

INDONESIA



Gabung dengan kami untuk melihat lebih banyak di SINI!
coded by Issie