Fairy
Fairy
bukan seperti yang kita pikirkan.
ditulis oleh. Jenna Wood
Apa itu Fairy/Peri?
Fairy, atau Peri, adalah salah satu satwa gaib dalam kategori XX berdasarkan Klasifikasi Kementerian Sihir, yang berarti satwa gaib satu ini tidak berbahaya dan dapat dijinakkan.
Perlu diingat bahwa Peri tidak sama dengan Pixie ataupun Doxy. Beberapa alat penerjemah mungkin akan salah mengartikan Peri sebagai Pixie, tapi kedua makhluk ini sejatinya berbeda di dunia sihir. Peri memang memiliki sayap seperti serangga, membuatnya terkait dengan Pixie dan Doxy. Namun, Peri memiliki perawakan yang sangat mirip manusia. Yang membedakan Peri dengan manusia adalah ukuran tubuh, sayap, kemampuan berkomunikasi serta tingkat kecerdasan mereka yang tentu saja lebih kecil.
Di antara banyaknya satwa gaib, Peri memiliki popularitas dan publikasi yang cukup baik di kalangan muggle. Terbukti dengan banyaknya film hingga animasi muggle bertemakan Peri. Penggambaran wujud Peri dalam kisah-kisah karangan muggle itu pun tidak jauh berbeda dengan yang kita ketahui sebagai penyihir.
Deskripsi Fisik Fairy/Peri
Peri dapat ditemukan di seluruh dunia, tapi paling sering tinggal dalam kelompok-kelompok kecil di hutan atau tanah lapang yang ditanami banyak tumbuhan. Ada kalanya, mereka akan digunakan atau dipanggil oleh penyihir untuk dijadikan hiasan dalam acara-acara tertentu.
Tinggi Peri berkisar antara 1 hingga 5 inci, atau 2.5 hingga 12.7 dalam satuan sentimeter. Warna mata, kulit, dan rambutnya sangat bervariasi. Demikian halnya dengan sayap mereka, warna dan tingkat transparansinya dapat berbeda-beda satu sama lain bergantung kepada jenis dan mungkin juga beberapa faktor lain.
Peri dapat bertelur hingga 50 butir sekaligus, lalu mereka akan meletakkan telur-telurnya di bagian bawah dedaunan. Telur Peri menetas menjadi larva dengan warna cerah. Dalam waktu 6 sampai 10 hari, larva ini akan membungkus diri hingga menjadi kepompong, lalu sebulan kemudian ia akan muncul sebagai Peri dewasa.
Karena kecantikan dan sifat sombongnya (mereka sadar mereka cantik), maka biasanya Peri mau-mau saja dijadikan dekorasi oleh para penyihir. Seperti digantung di pohon natal, atau disimpan dalam bola-bola transparan yang akan memaksimalkan pendar cahaya dari tubuh mereka. Walau demikian, tetaplah berhati-hati. Gigitan Peri cukup menyakitkan.
Peri juga dikenal pandai dalam merawat diri mereka sendiri, yang mana tentu untuk mempertahankan kecantikan diri mereka. Di samping itu, sebagai salah satu satwa ajaib, maka tentu saja Peri memiliki kemampuan sihir yang meskipun cukup lemah namun hal itu memungkinkan mereka untuk menghindar dari pemangsa mereka. Seperti Augurey, atau Bowtruckle yang biasanya memakan telur-telur milik para Peri.
Sayap Peri digunakan sebagai bahan dalam ramuan tertentu, juga sebagai pilihan untuk inti tongkat sihir. Menghilangkan sayap mereka tidak akan membahayakan kelangsungan hidup Peri, tetapi tentu saja hal itu dapat menimbulkan ketidaknyamanan yang ekstrem, karena hal itu tidak sesuai dengan kesombongan mereka.
Peri dapat ditemukan di area Sekolah Sihir Hogwarts. Seperti yang terjadi pada tahun 1986, ketika Fang—anjing peliharaan Rubeus Hagrid menemukan salah satunya di kebun labu dekat pondok Hagrid (Hagrid’s Hut). Selain itu, Peri juga dapat ditemukan di Hutan Terlarang, dan di Desa Hogsmeade.
Ada setidaknya satu organisasi yang berkomitmen untuk melestarikan Peri dan habitat alaminya di Inggris Raya, yakni Witches' Holistic Institute for Friends of Fairies (WHIFF), yang mana hanya beranggotakan Winifred Whittle dan Sage Bragnam. Meski demikian, pada tahun ajaran 1987-1988 mereka berhasil membuat Hogwarts menghentikan penggunaan Peri sebagai dekorasi untuk sementara waktu.
Selama tahun ajaran 1988–1989, Profesor Silvanus Kettleburn mengajari murid-murid Hogwarts tentang bagaimana cara untuk menganalisis dan merawat Peri, dalam kelas Pemeliharaan Satwa Gaib kelas lima mereka saat itu (kelas O.W.L.).
Pada Desember 1993 di Hogwarts, Profesor Filius Flitwick menggunakan Peri hidup yang berterbangan sebagai lampu Natal untuk melengkapi dekorasi ruang kelasnya.
Setahun kemudian—1994, selama Pesta Dansa Yule pada tahun keempat Harry Potter, beberapa Peri tampak duduk di semak mawar buatan, lalu terbang mengitari patung-patung di luar kastel Hogwarts.
Klub Slug milik Horace Slughorn mengadakan pesta Natal pada 20 Desember 1996. Dalam pesta yang diadakan di kantornya, ia mempergunakan beberapa Peri sebagai dekorasi di dalam lampu emas yang mewah.
Peri memiliki penampilan yang beragam dan bervariasi dalam berbagai mitologi dan legenda. Meskipun umumnya, mereka memiliki kesamaan yakni berbentuk serupa manusia dan memiliki rupa-rupa jenis kekuatan magis.
Penggambaran Peri dalam semesta Harry Potter sesuai dengan penggambaran Peri di masa kini, meskipun pada zaman kuno mereka cukup sering digambarkan sebagai yang lebih mirip dengan malaikat atau troll, serta biasanya disebutkan tidak memiliki sayap.
Penggunaan Peri sebagai hiasan pada musim Natal, mirip dengan cara Muggle menggunakan lampu Natal. Hal ini kemungkinan juga merujuk pada fakta bahwa hiasan tersebut disebut “fairy lights” di Inggris. Referensi ini diperkuat dalam seri Harry Potter itu sendiri, di mana “fairy lights” adalah salah satu kata sandi untuk masuk ke Menara Gryffindor.
Tinggi Peri berkisar antara 1 hingga 5 inci, atau 2.5 hingga 12.7 dalam satuan sentimeter. Warna mata, kulit, dan rambutnya sangat bervariasi. Demikian halnya dengan sayap mereka, warna dan tingkat transparansinya dapat berbeda-beda satu sama lain bergantung kepada jenis dan mungkin juga beberapa faktor lain.
Peri dapat bertelur hingga 50 butir sekaligus, lalu mereka akan meletakkan telur-telurnya di bagian bawah dedaunan. Telur Peri menetas menjadi larva dengan warna cerah. Dalam waktu 6 sampai 10 hari, larva ini akan membungkus diri hingga menjadi kepompong, lalu sebulan kemudian ia akan muncul sebagai Peri dewasa.
Karakteristik Sifat Fairy/Peri
Meskipun penampilannya menyerupai manusia, Peri tidak sepenuhnya memiliki kecerdasan seperti manusia. Peri juga tidak bisa berbicara seperti manusia, walau mereka masih dapat mengerti beberapa bahasa manusia. Sebagai gantinya, mereka mengeluarkan suara dengungan bernada tinggi untuk berkomunikasi dengan sesamanya.
Karena kecantikan dan sifat sombongnya (mereka sadar mereka cantik), maka biasanya Peri mau-mau saja dijadikan dekorasi oleh para penyihir. Seperti digantung di pohon natal, atau disimpan dalam bola-bola transparan yang akan memaksimalkan pendar cahaya dari tubuh mereka. Walau demikian, tetaplah berhati-hati. Gigitan Peri cukup menyakitkan.
Peri juga dikenal pandai dalam merawat diri mereka sendiri, yang mana tentu untuk mempertahankan kecantikan diri mereka. Di samping itu, sebagai salah satu satwa ajaib, maka tentu saja Peri memiliki kemampuan sihir yang meskipun cukup lemah namun hal itu memungkinkan mereka untuk menghindar dari pemangsa mereka. Seperti Augurey, atau Bowtruckle yang biasanya memakan telur-telur milik para Peri.
Sayap Peri digunakan sebagai bahan dalam ramuan tertentu, juga sebagai pilihan untuk inti tongkat sihir. Menghilangkan sayap mereka tidak akan membahayakan kelangsungan hidup Peri, tetapi tentu saja hal itu dapat menimbulkan ketidaknyamanan yang ekstrem, karena hal itu tidak sesuai dengan kesombongan mereka.
Fairy/Peri dalam Sejarah
Bagaimana Fairy/Peri Di Balik Layar Harry Potter?
Itulah Fairy/Peri, satwa gaib yang ternyata cukup berbeda sekali dengan apa yang biasa kita lihat dalam cerita-cerita muggle, bukan? Malah mereka di sini bisa dibilang narsis akan kecantikan dan mau-mau saja dijadikan hiasan pohon! Apakah kalian mai bertemu dengan satwa kecil-kecil biru ini? Atau kalian malah ingin menjadikan mereka hiasan juga?
SELAMAT BERSENANG-SENANG!
SELAMAT BERSENANG-SENANG!